4 JENIS PENGELUARAN YANG BIKIN MISKIN

investasi rumah 100 ribu

Apa aja sih jenis pengeluaran yang bisa bikin makin miskin? Let’s check it out!

1. Fanatik Barang Bermerk

Gimana gak tekor kalau setiap mau beli pakaian, sepatu, atau barang lainnya selalu ke outlet merek terkenal. Tahu gak, banyak produk kenamaan mancanegara yang dibikin oleh orang-orang Indonesia. Lihat saja di kawasan industri Tangerang, Bekasi, atau Sukabumi. Jadi, sebenarnya barang bermerek yang kita beli itu buatan lokal juga. Tapi, harganya berlipat-lipat begitu diberi label A, B, atau C yang namanya sudah beken.

Selain itu, kebiasaan beli barang bermerek merambah ke barang yang sejatinya gak butuh-butuh amat diberi merek. Contohnya pakaian dalam, emangnya orang-orang bakal tahu mereknya? Hehe

2. Asal Gesek

Buat yang udah punya kartu kredit kudu ekstra hati-hati menggunakannya. Kadang karena merasa punya alat bayar ini, semua yang bisa dibeli pakai kartu kredit langsung diambil tanpa pikir panjang.

Belinya sih tinggal gesek. Tapi bayar tagihannya yang bikin kepala cenat-cenut tujuh keliling. Makanya pikirkan dulu dengan matang sebelum beli-beli pakai kartu kredit. Sebenarnya kartu ini kita malah bisa berhemat loh kalau digunakan bijak. Karena kartu kredit banyak menawarkan diskon atau reward dari outlet tertentu.

3. Nongkrong Terus

Ini nih, hasrat kepingin eksis yang kadang nggak sesuai kantong. Bergaul emang penting, tapi jika frekuensi nongkrongnya tiap akhir pekan, bahkan tiap hari gimana? Nggak heran kalau rekening tabungan juga terus habis tergerus. Apalagi kalau nongkrongnya juga cuma hahahihi doang yang nggak bermanfaat, wah rugi banyak deh!

4. Pencitraan yang ‘Maksa’

Demi dibilang ikut perkembangan zaman, maksain gonta-ganti gadget. Maksa kredit mobil biar kelihatan tajir, sementara cicilan motor dan hape belum lunas. Maksa makan di restoran mewah, padahal tanggal tua. Kebiasaan yang maksa ini yang merangkum segala jenis pengeluaran yang pelan-pelan bisa bikin miskin. Apa pun yang dipaksain biasanya berakhir gak baik, kecuali kalau kamu anak konglomerat ya šŸ˜€

Pengeluaran yang bersifat maksa hanya akan membebani keuangan. Apalagi kalau sudah berkeluarga. Gak hanya diri sendiri yang terkena dampaknya tapi juga pasangan dan anak. Buat yang masih tinggal sama ortu, apa nggak kasian sama mereka yang bayarin?

So, be wise dalam menggunakan uang. Syukur kalau bisa menyisihkan sebagian untuk investasi properti.Ā Masa depan kita sendiri yang menentukan, setuju?

 

HIDUP MINIMALIS BUKAN BERARTI HIDUP GAK MAMPU

kiss

 

Orang kaya yang bijak cenderung memilih tampil biasa di depan banyak orang. Sedangkan mereka yang sok kaya malah berusaha tampil serba glamor.

Lihat Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook. Bajunya itu-itu saja tiap hari: kaus oblong bau-abu. Ada juga Bob Sadino yang selalu pede pakai celana pendek ke mana saja.

Di sisi lain, banyak orang yang sok kaya keblinger memakai kartu kredit. Namun dengan motif yang keliru, yaitu untuk ajang keren-kerenan saja. Sayangnya mereka nggak mampu memanfaatkan kartu itu hingga akhirnya malah kejebak utang kartu kredit.

Buat yang lebih berpikiran lebih jauh ke depan, aset itu bisa diutak-atik di dunia investasi. Eits, jangan kabur dulu denger kata investasi. Investasi bukan hanya milik orang-orang berdasi. Yang lagi kuliah juga bisa menyandang status investor. Sebab, sudah banyak bentuk investasiĀ properti untuk pemula

Selain itu, dengan hidup minimalis hidup kita juga bisa lebih bebas lho. Bebas dari apa aja?
1. Dari beban pikiran

Kalau punya banyak benda berharga, otomatis kita perlu memikirkan perawatannya juga. Masak, udah beli mahal-mahal terus ditelantarkan? Nah, barang mahal tentu maintanance nya juga mahal.

2. Dari utang

Hidup glamor dan hits memerlukan biaya tinggi. Iya kalau biaya itu lunas dibayar cash. Kalau lewat kredit tapi lalu kejepit? Siap-siap deh nanggung utang selangit.

3. Dari cibiran orang

Orang kalau tampil terlalu mencolok sering jadi sasaran cibiran orang lain. Entah karena iri entah alasan lain, jika berlaku sederhana kita bakal terbebas dari hal ini. Cibiran ini bisa berujung konflik lho jika pemicunya adalah kecemburuan sosial.

4. Dari nafsu boros

Tuntutan hidup wah bisa membuat iman keuangan kita goyah. Udah tahu duit mepet, tapi begitu ada barang keluaran baru tetep dibeli juga. Ini namanya hidup udah dikontrol duit, bukan kita yang mengontrol aset itu.

5. Dari masa depan kelam

Ada pepatah: lebih baik kehilangan masa muda daripada kehilangan masa depan. Maksudnya bukan berarti nggak boleh bersenang-senang, tapi bagaimana kita bisa bertanggung jawa dengan masa depan kita sendiri.

Kalau pada masa sekarang sudah hobi menghambur-hamburkan duit tanpa kejelasan, gimana nasib kita kelak? Lebih baik hidup minimalis, sederhana, tapi punya backing finansial yang kuat.

Sudah siap untuk gaya hidup minimalis?

Inspired from: duitpintar.com

PAHAMI 7 JENIS TABUNGAN BANK DI INDONESIA INI

Tak kenal maka tak sayang. Mari kita mengenali jenis-jenis tabungan di Indonesia sehingga tahu cocok-tidaknya tabungan tersebut bagi kita.

1. Tabungan konvensional

Tabungan ini bisa dibilang sebagai tabungan sejuta umat. Soalnya sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki rekening tabungan ini.

Ciri tabungan konvensional adalah dana yang disimpan dapat diambil kapan saja dan tak ada batas waktu penyetoran. Nasabah akan mendapat nomor rekening serta kartu ATM yang digunakan untuk menarik duit tabungan dari mesin ATM, transfer, dan transaksi lainnya.

Bunga dari tabungan jenis ini hanya berkisar 0,5 hingga 2 persen. Tapi nasabah juga dikenai biaya administrasi bulanan yang kadang lebih besar daripada bunga yang diperoleh.

2. Tabungan Investasi

Bagi para karyawan atau orang yang sudah bekerja, dapat mencoba tabungan invesrasi. Yang termasuk jenis tabungan ini antara lain deposito serta tabungan rencana, saham, dan mata uang asing.

a. Deposito
Tabungan ini bunganya lebih besar ketimbang tabungan konvensional. Tapi, nasabah tak bisa semaunya mengambil dana yang disimpan sebagai deposito. Akan ada pilihan penyimpanan dana itu dalam 1, 3, 6, atau 12 bulan. Jika memutuskan 12 bulan, artinya selama jangka waktu itu dana tak boleh diutak-atik oleh nasabah. Kalau memaksa menarik dana deposito sebelum jatuh tempo, nasabah akan dikenai denda.

b. Tabungan rencana
Mirip-mirip dengan deposito, tapi ada fasilitas asuransi yang menyertai. Orang tua yang hendak menabung dana pendidikan buat anaknya biasanya memilih tabungan rencana. Tidak hanya pendidikan, nasabah yang hendak membeli tas, alat elektronik, atau barang lain dalam jangka waktu tertentu, dia bisa menggunakan tabungan ini agar lebih disiplin menabung.

Salah satu syarat membuka tabungan rencana adalah memiliki tabungan konvensional. Dana tabungan rencana itu akan diambil secara otomatis per bulan dari tabungan induk tersebut. Dengan begitu, nasabah tak perlu repot-repot mentransfer uang ke rekening tabungan rencana setiap bulan.

c. Tabungan saham
Kalau tabungan saham, belum semua bank memiliki. Tabungan ini khusus digunakan untuk membeli saham secara rutin serta menyimpan laba hasil transaksi saham.

d. Tabungan mata uang asing
Orang yang menabung mata uang asing biasanya sering bertransaksi dengan menggunakan mata uang tersebut atau sengaja melakukan investasi mata uang asing. Investasi mata uang asing memanfaatkan naik-turunnya kurs mata uang dalam negeri.

Misalnya ketika nilai tukar rupiah sedang anjlok terhadap dolar Amerika, ini saatnya menjual dolar. Sebaliknya, jika rupiah sedang naik, dolar dibeli dan disimpan di tabungan.

3. Tabungan haji
Sesuai dengan namanya, tabungan haji digunakan untuk melaksanakan ibadah haji. Nasabah yang berencana naik haji direkomendasikan memakai tabungan ini untuk lebih memastikan keberangkatannya ke Tanah Suci. Tabungan haji biasanya mewajibkan nasabahnya menyetor uang minimum Rp 100-500 ribu per bulan. Jika tabungan sudah menembus Rp 25 juta, nasabah bisa langsung mendaftar haji ke Kementerian Agama untuk mendapat nomor antrean.

4. Tabungan giro
Tabungan giro semata-mata digunakan buat transaksi bisnis. Biasanya yang punya rekening ini adalah perusahaan. Untuk bertransaksi, nasabah tabungan giro menggunakan cek dan bilyet giro.

Berbeda dengan tabungan konvensional, nasabah tak mendapat buku rekening untuk mencatat transaksi. Nasabah per bulan hanya dikirimi rekening berisi transaksi selama satu bulan yang dinamai rekening koran.

Itulah sejumlah jenis tabungan yang ada di Indonesia. Sudah tepatkah pilihan tabungan kita?

Image credit: jateng.dompetdhuafa.org
Inspired by: duitpintar.com