Investasi Bitcoin, Apakah Itu?

bitcoin-660

Pernahkah kamu mendengar istilah Bitcoin? Nama Bitcoin baru-baru ini sering terdengar sejak penyerangan virus Ransomware beberapa waktu silam, dimana sang hacker meminta tebusan dalam bentuk Bitcoin.

Penjelasan mengenai Bitcoin cukup rumit, dan biasanya hanya orang-orang geek atau gamer yang mengerti mata uang internet ini. Kali ini Tavest mencoba menjelaskan dalam versi sederhana.

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Mata uang ini seperti halnya Rupiah atau Dollar, namun hanya tersedia di dunia digital/internet.

Perbedaan utama antara Bitcoin dengan Valuta Asing adalah jika Valas dijaga oleh Bank Sentral suatu negara dan Bank Dunia, Bitcoin terlepas dari tanggung jawab dan proteksi dari Bank Sentral suatu negara dan Bank Dunia, namun tetap bersifat internasional.

Seperti halnya emas di dunia nyata, Bitcoin perlu ‘ditambang’ agar dapat dimiliki, istilah penambangan ini disebut Bitcoin Mining. Dalam proses penambangan, seseorang harus mendedikasikan sumber daya komputer mereka untuk memecahkan persoalan matematis, melalui perhitungan yang “berat”.

Apa Kelebihan Bitcoin?

  • Transfer instant secara peer to peer,  tanpa memiliki server pusat
  • Transfer ke mana saja  dalam hitungan detik, kapanpun dan darimanapun dengan modal smartphone dan internet.
  • Biaya transfer sangat rendah, hampir nol.
  • Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun. Bitcoin bersifat sangat terbuka untuk umum sehingga mustahil bagi seseorang untuk memalsukan transaksi di Blockchain, dan disinilah sisi keamanan Bitcoin.
  • Bitcoin tidak akan mati kecuali internet itu sendiri yang lenyap dari bumi.
  • Profit yang terlampau tinggi.

Apa Kekurangan Bitcoin?

Dengan segala kelebihan di atas, tidak semua orang mempu memiliki investasi ini. Proses ‘penambangan’ yang cukup sulit tersebut memerlukan seperangkat alat canggih dan maintenance yang mahal. Belum lagi untuk memecahkan kode rumit, perlu waktu berjam-jam.

Semoga kehidupan kamu enggak serumit kode ini ya
Semoga kehidupan kamu enggak serumit kode ini ya

Mengapa tetap berinvestasi Bitcoin?

Investasi Bitcoin menjadi istimewa di seputar dunia karena keamanan dan profit yang ditawarkan. Sistem Bitcoin telah berjalan sejak 2008, dalam arti telah berjalan lebih dari 10 tahun, sehingga dirasa sistem ini telah cukup teruji. Selain itu, nilai Bitcoin hingga hari ini, sejak 2009 telah naik sekitar 32.000x lipat. Hal ini berarti orang membeli Bitcoin pada tahun 2013 seharga cuma 30 sen (0.3$), kini dapat menjadi jutawan dadakan.

Kini, Tavest telah meluncurkan produk baru, yaitu Bitcoin Miner. Jadi bagi kita kaum awam masih berkesempatan untuk mencoba investasi ini. Ingin tahu lengkapnya? Klik http://www.tavest.com

Ilustrasi sederhana Bitcoin bisa dilihat di video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=s4g1XFU8Gto

Tips: Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit

creditcard
Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Kamu sudah punya kartu kredit?

Kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran favorit bagi sebagian orang. Bagi anak muda, kartu kredit dapat turut mengimbangi gaya hidup kekinian. Banyak fasilitas yang didapat dari penggunaan kartu kredit, misalnya potongan harga dan fasilitas cicilan yang ringan.

Walau punya segudang fasilitas, kartu kredit harus digunakan dengan bijak. Alih-alih mendapatkan manfaat, bisa juga terjebak lilitan hutang. So, simak tips-tips berikut!
Continue reading “Tips: Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit”

Resolusi Tahun Baru Gagal Terus? Begini Trik Mengatasinya!

ney-year-resolution-

Tanpa kita sadari, banyak hal sepele yang ternyata bisa bikin resolusi tahun baru gagal. Alhasil, nggak ada progres dalam hidup, baik dari sisi keuangan atau asmara.

Apa aja ya hal sepele yang bikin resolusi tahun baru gagal? Ini dia..

Continue reading “Resolusi Tahun Baru Gagal Terus? Begini Trik Mengatasinya!”

RESOLUSI 2017: UBAH GAYA BELANJA KAMU

ubah gaya belanja

Tahun baru kebiasaan baru! Saatnya meninggalkan kebiasaan lama yang buruk, termasuk urusan menabung.

Perkara nabung sebenarnya simpel, tapi sering bikin ribet bergantung pada individu masing-masing. Nggak sedikit yang mesti peras keringat agar bisa memupuk tabungan.

Berikut ini ada sederet tips gaya belanja yang bisa dipraktikkan pada 2017 biar nabung gak cuma jadi wacana: Continue reading “RESOLUSI 2017: UBAH GAYA BELANJA KAMU”

Gaji Rp 4 Juta/Bulan Bisa Beli Rumah, Ini Caranya

external-render-of-6-unit-house1

Ada seorang miliader asal Hong Kong bernama Li Ka-Shing yang membagi pelajaran sederhana tentang pembagian dan alokasi keuangan, agar Anda bisa memiliki aset seperti mobil dan rumah, hasil dari pendapatan Anda.

Dia memberi nasihat sederhana bahwa. “Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uang kamu ke dalam  bagian yang proporsional. Buatlah agar dirimu selalu berguna,” ujarnya.

Berikut adalah tipsnya: Continue reading “Gaji Rp 4 Juta/Bulan Bisa Beli Rumah, Ini Caranya”

Kamu Umur 20an? Ikuti Saran Finansial Ini untuk Kesuksesanmu

Anak muda sekarang bisa investasi properti

Umur 20-an adalah usia yang menentukan bagi berbagai lini kehidupan seseorang. Di usia tersebut kedewasaan sudah mulai terbentuk dengan baik, pilihan-pilihan hidup juga sudah bisa diambil dengan rasional.

Berbagai keputusan besar juga menanti untuk kamu ambil di umur ini, menentukan kemana arah hidupmu akan dibawa. Termasuk keputusan soal uang dan pekerjaan. Berikut adalah kiat-kiat mengatur uang dan menyiasati beban kerja, khusus buat kamu yang masih usia 20-an. Continue reading “Kamu Umur 20an? Ikuti Saran Finansial Ini untuk Kesuksesanmu”

4 JENIS PENGELUARAN YANG BIKIN MISKIN

investasi rumah 100 ribu

Apa aja sih jenis pengeluaran yang bisa bikin makin miskin? Let’s check it out!

1. Fanatik Barang Bermerk

Gimana gak tekor kalau setiap mau beli pakaian, sepatu, atau barang lainnya selalu ke outlet merek terkenal. Tahu gak, banyak produk kenamaan mancanegara yang dibikin oleh orang-orang Indonesia. Lihat saja di kawasan industri Tangerang, Bekasi, atau Sukabumi. Jadi, sebenarnya barang bermerek yang kita beli itu buatan lokal juga. Tapi, harganya berlipat-lipat begitu diberi label A, B, atau C yang namanya sudah beken.

Selain itu, kebiasaan beli barang bermerek merambah ke barang yang sejatinya gak butuh-butuh amat diberi merek. Contohnya pakaian dalam, emangnya orang-orang bakal tahu mereknya? Hehe

2. Asal Gesek

Buat yang udah punya kartu kredit kudu ekstra hati-hati menggunakannya. Kadang karena merasa punya alat bayar ini, semua yang bisa dibeli pakai kartu kredit langsung diambil tanpa pikir panjang.

Belinya sih tinggal gesek. Tapi bayar tagihannya yang bikin kepala cenat-cenut tujuh keliling. Makanya pikirkan dulu dengan matang sebelum beli-beli pakai kartu kredit. Sebenarnya kartu ini kita malah bisa berhemat loh kalau digunakan bijak. Karena kartu kredit banyak menawarkan diskon atau reward dari outlet tertentu.

3. Nongkrong Terus

Ini nih, hasrat kepingin eksis yang kadang nggak sesuai kantong. Bergaul emang penting, tapi jika frekuensi nongkrongnya tiap akhir pekan, bahkan tiap hari gimana? Nggak heran kalau rekening tabungan juga terus habis tergerus. Apalagi kalau nongkrongnya juga cuma hahahihi doang yang nggak bermanfaat, wah rugi banyak deh!

4. Pencitraan yang ‘Maksa’

Demi dibilang ikut perkembangan zaman, maksain gonta-ganti gadget. Maksa kredit mobil biar kelihatan tajir, sementara cicilan motor dan hape belum lunas. Maksa makan di restoran mewah, padahal tanggal tua. Kebiasaan yang maksa ini yang merangkum segala jenis pengeluaran yang pelan-pelan bisa bikin miskin. Apa pun yang dipaksain biasanya berakhir gak baik, kecuali kalau kamu anak konglomerat ya 😀

Pengeluaran yang bersifat maksa hanya akan membebani keuangan. Apalagi kalau sudah berkeluarga. Gak hanya diri sendiri yang terkena dampaknya tapi juga pasangan dan anak. Buat yang masih tinggal sama ortu, apa nggak kasian sama mereka yang bayarin?

So, be wise dalam menggunakan uang. Syukur kalau bisa menyisihkan sebagian untuk investasi properti. Masa depan kita sendiri yang menentukan, setuju?

 

HIDUP MINIMALIS BUKAN BERARTI HIDUP GAK MAMPU

kiss

 

Orang kaya yang bijak cenderung memilih tampil biasa di depan banyak orang. Sedangkan mereka yang sok kaya malah berusaha tampil serba glamor.

Lihat Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook. Bajunya itu-itu saja tiap hari: kaus oblong bau-abu. Ada juga Bob Sadino yang selalu pede pakai celana pendek ke mana saja.

Di sisi lain, banyak orang yang sok kaya keblinger memakai kartu kredit. Namun dengan motif yang keliru, yaitu untuk ajang keren-kerenan saja. Sayangnya mereka nggak mampu memanfaatkan kartu itu hingga akhirnya malah kejebak utang kartu kredit.

Buat yang lebih berpikiran lebih jauh ke depan, aset itu bisa diutak-atik di dunia investasi. Eits, jangan kabur dulu denger kata investasi. Investasi bukan hanya milik orang-orang berdasi. Yang lagi kuliah juga bisa menyandang status investor. Sebab, sudah banyak bentuk investasi properti untuk pemula

Selain itu, dengan hidup minimalis hidup kita juga bisa lebih bebas lho. Bebas dari apa aja?
1. Dari beban pikiran

Kalau punya banyak benda berharga, otomatis kita perlu memikirkan perawatannya juga. Masak, udah beli mahal-mahal terus ditelantarkan? Nah, barang mahal tentu maintanance nya juga mahal.

2. Dari utang

Hidup glamor dan hits memerlukan biaya tinggi. Iya kalau biaya itu lunas dibayar cash. Kalau lewat kredit tapi lalu kejepit? Siap-siap deh nanggung utang selangit.

3. Dari cibiran orang

Orang kalau tampil terlalu mencolok sering jadi sasaran cibiran orang lain. Entah karena iri entah alasan lain, jika berlaku sederhana kita bakal terbebas dari hal ini. Cibiran ini bisa berujung konflik lho jika pemicunya adalah kecemburuan sosial.

4. Dari nafsu boros

Tuntutan hidup wah bisa membuat iman keuangan kita goyah. Udah tahu duit mepet, tapi begitu ada barang keluaran baru tetep dibeli juga. Ini namanya hidup udah dikontrol duit, bukan kita yang mengontrol aset itu.

5. Dari masa depan kelam

Ada pepatah: lebih baik kehilangan masa muda daripada kehilangan masa depan. Maksudnya bukan berarti nggak boleh bersenang-senang, tapi bagaimana kita bisa bertanggung jawa dengan masa depan kita sendiri.

Kalau pada masa sekarang sudah hobi menghambur-hamburkan duit tanpa kejelasan, gimana nasib kita kelak? Lebih baik hidup minimalis, sederhana, tapi punya backing finansial yang kuat.

Sudah siap untuk gaya hidup minimalis?

Inspired from: duitpintar.com