Gaji Rp 4 Juta/Bulan Bisa Beli Rumah, Ini Caranya

external-render-of-6-unit-house1

Ada seorang miliader asal Hong Kong bernama Li Ka-Shing yang membagi pelajaran sederhana tentang pembagian dan alokasi keuangan, agar Anda bisa memiliki aset seperti mobil dan rumah, hasil dari pendapatan Anda.

Dia memberi nasihat sederhana bahwa. “Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uang kamu ke dalam  bagian yang proporsional. Buatlah agar dirimu selalu berguna,” ujarnya.

Berikut adalah tipsnya:

1. Alokasi investasi 

2

Alokasikan sebesar 25 persen (sekitar Rp 1 juta) untuk berinvestasi di instrumen riil seperti emas, properti atau tanah. Uang itu bisa untuk beli emas secara kontan, namun untuk instrument seperti properti atau tanah tentu harus menabung dulu.
Atau membelinya secara cicilan. Tapi mana ada cicilan rumah 1 juta saja? Ada kok, cek https://www.tavest.com/. Pengeluaran untuk investasi harus dilakukan segera begitu mendapat gaji. Supaya tidak sempat terpakai untuk yang lain.
2. Alokasi biaya rutin 
budget-planner
Alokasinya sebesar 30 persen, sekitar Rp1,2 juta. Bagaimanapun kebutuhanmu, anggarannya tidak boleh lebih dari ini.
Biaya rutin ini mencakup pengeluaran untuk makan, transportasi, pakaian, dan hal-hal utama yang lain.
Tidak usah terlihat mewah, apalagi kalau hanya ingin dilihat tidak bosan oleh teman-teman di kantor.
Perbanyak serat dari buah dan sayur, sebab serat itu penting dan harus kita makan dalam jumlah yang cukup. Makan yang sehat sejak awal lebih baik daripada nanti kamu harus menanggung mahalnya biaya rumah sakit.
3. Alokasi biaya networking 
download
Pertemanan adalah investasi kamu untuk masa depan, alokasinya sebesar 20 persen, alias sebesar Rp800 ribu. Bertemanlah dengan mereka yang dapat membuat kamu lebih pintar.
Tanpa kamu melupakan betapa pentingnya berbagi tentang pengetahuan dan pengalaman kamu kepada orang lain yang membantu kamu hingga bisa sampai seperti sekarang ini.
Berteman dan berbuat baiklah kepada orang kaya yang mungkin bisa memberi kamu pinjaman lunak. Atau mungkin mereka bersedia menjadi investor ketika suatu waktu kamu terjun menekuni dunia bisnis.
Sedangkan makan siang bersama siapa berarti kalau kamu makan siang dengan pengusaha besar, atau calon klien dengan nilai proyek yang besar, maka aset kamu akan bertambah nantinya. Tapi kalau makan siang bersama orang-orang biasa, belum tentu terjadi penambahan aset yang kamu miliki.
Jangan pelit untuk mengeluarkan biaya komunikasi seperti chatting, SMS, dan telepon. Untuk paket internet, kamu bisa gunakan wifi di kantor atau tempat tinggal kamu. Dengan taktik ini, pengeluaran komunikasi dan networking kamu akan tetap terkendali.
4. Alokasi biaya belajar 
543280952
Lepas dari kampus, tentu kamu harus tetap belajar. Alokasikan sebesar 15 persen atau Rp600 ribu untuk membuat kamu tetap belajar. Belilah buku, atau ikut kursus atau seminar. Pengeluaran ini bisa jadi akan beririsan dengan pengeluaran untuk networking.
5. Alokasi biaya berlibur ke luar negeri 
Ekspos diri kamu dengan pengalaman baru dan budaya yang asing. Pergilah berlibur ke luar negeri. Alokasikan sebesar 10 persen, yaitu Rp400 ribu setiap bulannya supaya kamu dapat pergi ke negeri orang lain.
Ini adalah salah satu cara mengembangkan diri, pengetahuan, dan karakter yang baik. Sekaligus sebagai praktik Bahasa Inggris kamu.
Tinggal di penginapan murah saja supaya pengeluaran kamu tidak banyak. Konsep backpacker sangat bernilai tinggi untuk kamu yang ingin mendapat pengalaman luar biasa dengan biaya yang relatif rendah. Pergi berlibur ke luar negeri sangat pas untukmu bila kamu melakukannya hanya sekali dalam setahun.
Pengalaman di negeri orang akan membuat kamu bertambah semangat setiap kali kembali bekerja.
Dan perlu diingat, semakin lama harga rumah pasti makin mahal. Jadi, untuk menyiasati itu semua, lakukan cara-cara di atas semenjak dini. Agar di masa depan kita menjadi lebih siap dalam menjalani hidup!
Inspired from: bisnis.news.viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *